Lembaran Baru

Memulai hidup yang baru terkadang tak benar-benar terlihat seperti membuka lembaran baru dalam buku. Tak pula terlihat seperti mengambil kertas kosong yang berada di antara tumpukan tugasmu. Tak pernah semudah itu. Memulai kehidupan baru bukan berarti melupakan hal yang sudah lalu. Tapi justru menyimpan memori yang lalu di buku yang berbeda atau mungkin di buku yang sama dalam bab yang berbeda. Layaknya menulis di kertas kosong, memulainya tak pernah semudah itu. Walaupun tidak mudah, apa salahnya untuk dicoba?

Awalnya memang kosong, namun perlahan-lahan seiring berjalannya waktu dapat terisi dengan baik. Dari satu titik menuju satu garis dan memenuhi satu kertas. Begitu pun dengan hidup. Perlahan namun pasti kertas itu satu persatu terisi dan terkumpul menjadi satu bab kemudian menjadi satu buku.

Lantas kapan seharusnya kita memulai lembaran baru itu?

Setelah beribu-ribu kejadian dan perasaan yang telah lalu, akhirnya kita bisa memahami kapan waktu yang tepat untuk membuka lembaran-lembaran baru. Mungkin karena lembaran itu sudah terlalu penuh. Sesak dan tak lagi bisa menampung kisah hidupmu.

Tak selalu menunggu momen berharga dalam hidup, kamu bisa melakukannya kapan saja. Sesuai dengan keinginanmu. Tak harus menunggu kamu lulus SMA, kuliah, ataupun menikah. Jika kamu merasa ceritamu perlu diakhiri, maka akhirilah. Akhirilah dengan baik, kemudian mulai tata hidupmu kembali. Luangkan waktu untuk bernapas dan berpikir sejenak. Sebelum akhirnya kamu mulai kembali ceritamu. Ceritamu yang baru. Layaknya novel yg selalu dibaca, setiap cerita pasti memiliki konflik atau masalah yg harus dihadapi. Tak perlu dalam satu buku, bahkan setiap bab nya pasti memiliki konflik tersendiri.

Berhenti dan coba resapi


0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram