Reading
Add Comment
Ini bukan akhirnya
Awal bulan Juli 2024, setelah perenungan panjang. Mencoba memahami sinyal dari alam semesta. Dalam hatiku berkata lirih, "tanda apakah ini ya Tuhan? Kau ingin membawaku kemana?". Bukan tentang bahtera yang terombang ambing di tengah lautan. Laut ini tenang, begitupun kapal yang mulai terlihat berdiam. "Wahai angin, kemanakah engkau ingin membawaku? Mengapa engkau begitu tenang?". Dan disaat itulah, aku merasa cemas. Tak terbiasa menghadapi ketenangan sejenak. Rasanya janggal sekali. Padahal sebenarnya baik-baik saja. Kecemasan menyeruak ke sekujur kapal, membuatku mengambil tindakan acak. Andai kubi4sa melihatnya lebih cepat. Sayangnya, aku adalah nahkodanya. Banyak orang yang ku bawa dalam perjalanan ini. Tak hanya manusia, tanggung jawab lainnya untuk ku jaga hingga sampai tujuan pun harus segera ku cemaskan. Akankah tiba tepat pada waktunya?
Kecemasan ini membuatku lelah. Hingga angin perlahan bertiup dan berbisik padaku, "tenanglah.. pejamkan matamu sejenak dan kamu akan menemukan jawabannya." Sejenak ku memejamkan mata. Perlahan menghirup udara dan mendengarkan suara alam. Perlahan ingatanku satu persatu-satu mulai kembali. Mengingat kembali awal perjalanan ini. Bagaimana aku bisa memulainya dan berakhir diatas kapal ini.
Apakah ini pelarianku atau benar perjalanan demi tujuan yang pasti?
Lalu aku mulai menikmatinya. Sambil terpejam, aku menggali memori itu. Berenang dalam memori pikiran dan emosi. Mencari harta karun yang hilang dan terkubur amat dalam. Meski saat dibuka tak bercahaya, tapi harta karunku masih amat berharga. Aku pun tersadar kembali. Inilah waktunya, melanjutkan yang tertunda. Ini kesempatanmu, gunakanlah sebaik-baiknya.
Tenanglah sejenak.. nikmati hidupmu sekejap. Bersenang-senanglah dalam imajinasimu, dunia yang sempat kamu tinggali. Dan disinilah aku memulainya kembali.
2024
0 komentar:
Posting Komentar